Pembuka 2026, Sanggar seni “Langkah Bamulo” Jorong Padang Rantang tampil memukau, bawakan sederet kesenian tradisional minang (Tari gelombang, bajamba, malamang, galuik dantiang piriang, ciek duo tigo, zapin melayu, hingga acara puncak Randai sabai nan aluih) Sukses meng hoyak
panggung masyarakat di jorong padang rantang. (1/01/2026)
Kegiatan yang digelar sejak pukul 17.00 hingga pukul 23.00 WIB ini dihadiri oleh unsur pemerintah nagari, Bamus (Badan Musyawarah), Niniak Mamak, Alim Ulama, Cadiak Pandai, serta masyarakat Jorong Padang Rantang yang menunjukkan antusiasme luar biasa. Halaman sekolah pun berubah menjadi panggung budaya yang menghidupkan kembali tradisi leluhur Minangkabau.
Dalam sambutannya, Wali Nagari Dion Isnaini menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif anak-anak muda nagari yang membentuk sanggar seni sebagai wadah melestarikan budaya lokal. “Sanggar ‘Langkah Bamulo’ adalah wujud nyata kecintaan generasi muda terhadap adat dan seni Minangkabau. Semoga menjadi garda terdepan dalam menjaga dan mengembangkan warisan budaya kita,” ujarnya.
Andra Eka Putra selaku Kepala Jorong Padang Rantang sangat mensupport kegiatan ini, " Ini merupakan momentum anak nagari khususnya remaja jorong Padang Rantang dalam mambangkik batang tarandam, tentu ini merupakan api semangat yang harus tetap dijaga kedepannya, dan kami ucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah mensukseskan festival dan launching sanggar kita ini dan Terima kasih juga kepada masyarakat jorong padang rantang yang sangat antusias menyaksikan acara kita ini dan alhamdulillah berjalan Lancar ". Ujarnya.
Festival & Launching sanggar seni “Langkah Bamulo” lahir dari kekhawatiran terhadap generasi muda yang terpolarisasi perkembangan zaman yang
menimbulkan apatism terhadap budaya lokal salah satunya kesenian tradisional Minangkabau. Kegiatan ini di pelopori oleh pegiat seni muda Jorong Padang Rantang yang di ketuai oleh sdri. Putri Valen Anufri, S.Pd , dalam sambutannya beliau mengapresiasi semangat adik2 sanggar yang telah berlatih dan meluangkan waktu liburnya demi mensukseskan acara ini", dan sebelum ditutup Sdri Putri selaku ketua panitia juga menyampaikan terimakasih kepada seluruh donatur, stakeholder yang mensupport acara ini baik moril maupun materil.
Adanya sanggar baru ini tertuang dalam Surat Keputusan Wali Nagari Koto Tuo tanggal 19 November 2025 Nomor 71 Tahun 2025.
Festival ini dirangkai dengan berbagai pertunjukan seni tradisional yang memukau penonton. Dimulai dengan Tari Gelombang yang dinamis, lalu dilanjutkan dengan tari Bajamba , Malamang yang menggambarkan kebersamaan dan kehormatan dalam masyarakat Minang. Tak ketinggalan penampilan Galuik Dantiang Piriang, tarian simbolik yang menggambarkan kelembutan dan keanggunan perempuan Minang.
Acara semakin meriah dengan pertunjukan Ciek Duo Tigo, Zapin Melayu, hingga puncak acara Randai Sabai Nan Aluih, sebuah perpaduan seni teater, tari, dan silat tradisional yang menceritakan nilai-nilai adat, kejujuran, dan keberanian.
Festival ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sarana edukasi dan regenerasi nilai-nilai budaya bagi generasi muda. Dengan keberhasilan acara perdana ini, masyarakat Jorong Padang Rantang berharap Sanggar “Langkah Bamulo” dapat menjadi pusat pengembangan seni dan budaya di Nagari Koto Tuo untuk masa depan yang lebih gemilang.
Semoga kedepannya “Langkah Bamulo” mampu membawa kesenian tradisional ke kancah yang lebih jauh.