Pulutan, 01 Oktober 2025 — Hari ini Pemerintah Nagari Koto Tuo bersama Bamus membahas dan menetapkan program kerja BUMNag Pusako Tuo.
Pada kesempatan ini, Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag) Pusako Tuo meluncurkan tiga program unggulan berbasis pertanian dan perikanan yang dirancang secara matang melalui kajian bisnis komprehensif. Ketiga program tersebut — Pertanian Jagung Ayam, Pembibitan Ikan Kolam Terpal, dan Budidaya Melon Hidroponik Sistem NFT — tidak hanya menjawab potensi lokal Nagari Koto Tuo, tetapi juga menjadi strategi konkret menuju kemandirian ekonomi dan ketahanan pangan berkelanjutan.
Ketua BUMNag Pusako Tuo, Meirizal Andri, S.Pd., menjelaskan bahwa setiap program dikembangkan berdasarkan analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) yang melibatkan masukan dari petani, nelayan, dan tenaga ahli.
“Kami tidak asal jalan. Setiap rupiah yang diinvestasikan harus berdampak nyata. Oleh karena itu, kami susun perencanaan bisnis yang realistis, antisipatif terhadap risiko, dan memanfaatkan peluang pasar yang ada,” ujarnya.
Berikut gambaran lengkap ketiga program strategis tersebut:
- Pertanian Jagung Ayam: Menjawab Kebutuhan Pakan Lokal
Program ini memadukan budidaya jagung dengan kebutuhan pakan unggas (petelur & pedaging) yang terus meningkat. Dengan kondisi lahan dan iklim Nagari Koto Tuo yang ideal, serta pengalaman petani setempat dalam menanam jagung, program ini memiliki fondasi kuat.
Keunggulan:
- Kelompok tani yang solid
- Permintaan jagung kering stabil
- Harga jual relatif konsisten
Tantangan & Solusi:
Meski pengelolaan lahan masih tradisional dan biaya sewa alat modern tinggi, BUMNag berupaya menjalin kemitraan dengan Dinas Pertanian untuk pelatihan teknis dan akses alat pertanian terjangkau. Antisipasi terhadap hama dan cuaca ekstrem juga dilakukan melalui penggunaan varietas unggul dan manajemen risiko iklim.
- Pembibitan Ikan Kolam Terpal: Bisnis Cepat Panen dengan Risiko Terkendali
Berdasarkan riset lapangan, pembibitan ikan (seperti lele & nila) menggunakan kolam terpal dinilai sangat menjanjikan. Masa panen cepat, permintaan tinggi, dan tingkat kematian rendah menjadi daya tarik utama.
Keunggulan:
- Tidak membutuhkan lahan luas
- Minim gangguan predator alami
- Dukungan pemerintah dalam penyediaan bibit unggul
Tantangan & Solusi:
Kolam terpal rentan terhadap cuaca ekstrem dan kesalahan perawatan. Untuk itu, BUMNag menyediakan pelatihan rutin bagi pengelola dan membangun shelter pelindung di lokasi budidaya di Jorong Lubuk Gadang. Kualitas bibit juga dikontrol ketat bekerja sama dengan Balai Benih Ikan setempat.
- Budidaya Melon Hidroponik Sistem NFT: Pertanian Modern untuk Pasar Premium
Sebagai terobosan pertanian berbasis teknologi, BUMNag mengembangkan budidaya melon menggunakan sistem NFT (Nutrient Film Technique) di dalam greenhouse. Program ini menjawab meningkatnya permintaan masyarakat akan buah premium yang sehat dan bebas pestisida.
Keunggulan:
- Pertumbuhan lebih cepat dan hasil berkualitas tinggi
- Efisiensi ruang dan penggunaan air
- Minim risiko hama berkat sistem tertutup
Tantangan & Solusi:
Investasi awal memang lebih besar dan memerlukan SDM terlatih. Namun, BUMNag telah menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi dan pelatih hidroponik untuk pendampingan teknis. Selain itu, potensi bantuan pemerintah dan harga jual premium menjadi penyeimbang investasi jangka panjang.