Koto Tuo/03 September 2025 – Pemerintah Nagari Koto Tuo, Kecamatan Harau melalui program swakelola Masyarakat, telah memulai pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) Padang Boreh-Boreh Jorong Tanjung Pati Nagari Koto Tuo. Pembangunan infrastruktur pertanian senilai Rp 240.000.000,- ini diharapkan dapat menjadi tulang punggung bagi penguatan program ketahanan pangan di wilayah tersebut.
JUT sepanjang lebih kurang 107 m ini akan menghubungkan area persawahan dan perkebunan yang subur di Padang Boreh-Boreh dengan jalan utama. Selama ini, akses yang sulit dan medan yang berat menjadi kendala utama bagi petani dalam mengangkut hasil bumi seperti padi, palawija, dan buah-buahan ke jalan utama. Hal ini seringkali menyebabkan biaya operasional yang tinggi dan memperlambat distribusi.
“Pembangunan jalan ini adalah jawaban atas keluhan para petani kami selama bertahun-tahun. Dengan akses yang lancar, biaya angkut akan jauh lebih murah, hasil panen bisa cepat sampai ke konsumen, dan yang paling penting, dapat mendorong semangat bertani masyarakat untuk mendukung ketahanan pangan nasional dari tingkat lokal,” ujar Wali Nagari Koto Tuo, Dion Isnaini, S.E saat meninjau lokasi pembangunan.
Yang membuat pembangunan ini unik adalah metode swakelola yang diterapkan. Masyarakat, khususnya dari jorong setempat, dilibatkan secara langsung dalam proses pengerjaan. Hal ini tidak hanya memastikan pembangunan sesuai dengan kebutuhan lapangan, tetapi juga meningkatkan rasa kepemilikan masyarakat terhadap infrastruktur yang dibangun.
Menyadari medan lokasi yang berbukit dan cukup terjal, pengerjaan jalan tidak hanya mengandalkan tenaga manual. Untuk mempercepat pekerjaan galian, digunakan Alat Berat berupa excavator mini. Penggunaan alat berat ini dinilai sangat efektif untuk menaklukkan kontur tanah yang sulit, sehingga target penyelesaian pembangunan dapat tercapai tepat waktu.
“Medan di sini memang menantang. Tanahnya keras dan konturnya tidak rata. Tanpa bantuan excavator mini, pekerjaan ini akan memakan waktu yang sangat lama dan tenaga yang jauh lebih besar. Dengan teknologi ini, prosesnya menjadi lebih efisien,” jelas Arsyad Fachromi salah satu Tim Pemantau dan Pengawasan kegiatan ini yang sedang mengawasi operasional alat berat bersama Babinsa, Bhabinkamtibmas, Kasi Kesejahteraan dan TPK kegiatan ini.
Para petani setempat menyambut antusias kegiatan Pembangunan JUT ini. Mereka berharap, dengan adanya jalan usaha tani yang berkualitas, produktivitas dan perekonomian mereka akan meningkat signifikan, karena pada Lokasi Pembangunan JUT Padang Boreh-boreh ini terbentang areal pertanian berupa sawah dan kebun yang cukup luas sekitar 50 Ha yang membentang sampai ke Jorong Padang Rantang Nagari Koto Tuo, oleh karena itu kegiatan ini diharapkan dapat tetap dilanjutkan di tahun-tahun berikutnya karena bisa menjadi sarana penghubung alternatif Jorong Tanjung Pati dan Jorong Padang Rantang.
Pembangunan JUT Padang Boreh-Boreh diperkirakan akan selesai dalam waktu 2-3 bulan mendatang. Keberhasilan kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model pembangunan partisipatif yang tentunya akan mempercepat dan meningkatkan kualitas Jalan yang akan dibangun ini karena kegiatan ini merupakan kegiatan dari Masyarakat, oleh Masyarakat dan untuk Masyarakat.